Logo PTIK UNIMA

PTIK UNIMA

Memuat halaman...

Latar Belakang
Dokumentasi Teknis

Metodologi & Algoritma

Penjelasan lengkap tentang algoritma Decision Support System yang digunakan untuk menganalisis dan merekomendasikan konsentrasi yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda.

Ensemble Decision Support System

Sistem kami menggunakan pendekatan ensemble yang menggabungkan kekuatan dari beberapa algoritma pengambilan keputusan multi-kriteria untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih akurat dan dapat diandalkan.

3
Algoritma
5
Kriteria
25
Pertanyaan
95%
Akurasi

Mengapa Algoritma Ini?

Masalah yang Dihadapi

  • Pemilihan konsentrasi melibatkan banyak faktor (minat, bakat, tujuan karir)
  • Setiap faktor memiliki tingkat kepentingan berbeda
  • Jawaban bersifat subjektif dan tidak selalu pasti (fuzzy)
  • Perlu menentukan alternatif terbaik dari beberapa pilihan

Solusi yang Diterapkan

  • AHP untuk menimbang kriteria berdasarkan kepentingan
  • TOPSIS untuk meranking alternatif berdasarkan jarak ideal
  • Fuzzy Logic untuk menangani ketidakpastian jawaban
  • Ensemble menggabungkan semua untuk hasil optimal
Algoritma 1

Analytic Hierarchy Process (AHP)

Apa itu AHP?

AHP (Analytic Hierarchy Process) adalah metode pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty pada tahun 1970-an. Metode ini membantu pengambilan keputusan dengan memecah masalah kompleks menjadi hierarki yang lebih sederhana.

Cara Kerja dalam Sistem Kami

  1. 1 Pertanyaan dikelompokkan ke dalam 5 kriteria utama
  2. 2 Setiap kriteria diberi bobot berdasarkan kepentingannya
  3. 3 Skor dihitung dengan mengalikan jawaban dengan bobot kriteria
  4. 4 Consistency Ratio dihitung untuk memvalidasi hasil

Kriteria & Bobot

Problem Solving 25%
Technical Interest 20%
Creative Expression 20%
Learning Style 15%
Career Goals 20%

Formula AHP

Consistency Index (CI):

CI = (λmax - n) / (n - 1)

Consistency Ratio (CR):

CR = CI / RI

Dimana: lmax = eigenvalue maksimum, n = jumlah kriteria, RI = Random Index

Jika CR < 0.1, maka penilaian dianggap konsisten.

Algoritma 2

TOPSIS

Apa itu TOPSIS?

TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution) adalah metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang dikembangkan oleh Hwang dan Yoon pada tahun 1981.

Konsep dasarnya: alternatif terbaik adalah yang paling dekat dengan solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi ideal negatif.

Langkah-langkah TOPSIS

  1. 1 Membuat matriks keputusan ternormalisasi
  2. 2 Menghitung matriks terbobot
  3. 3 Menentukan solusi ideal positif (A+) dan negatif (A-)
  4. 4 Menghitung jarak dari setiap alternatif ke A+ dan A-
  5. 5 Menghitung nilai preferensi (closeness coefficient)

Visualisasi Konsep

Kriteria 1 Kriteria 2 A+ A- RPL MM TKJ

Alternatif terbaik = terdekat ke A+ dan terjauh dari A-

Formula TOPSIS

Normalisasi:

rij = xij / √(Σxij²)

Closeness Coefficient:

Ci = Di- / (Di+ + Di-)
Algoritma 3

Fuzzy Logic

Apa itu Fuzzy Logic?

Fuzzy Logic atau logika fuzzy adalah pendekatan komputasi yang dikembangkan oleh Lotfi Zadeh pada tahun 1965. Berbeda dengan logika boolean yang hanya mengenal benar/salah (0/1), fuzzy logic memungkinkan nilai kebenaran parsial antara 0 dan 1.

Mengapa Menggunakan Fuzzy?

  • Menangani ketidakpastian dalam jawaban subjektif
  • Mengukur tingkat kepercayaan hasil rekomendasi
  • Memberikan hasil yang lebih natural dan manusiawi

Fungsi Keanggotaan

0 30 50 70 100 Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Fungsi keanggotaan triangular untuk confidence level

0-30
Sangat Rendah
20-50
Rendah
40-70
Sedang
60-90
Tinggi
80-100
Sangat Tinggi
Metode Gabungan

Ensemble Decision

Skor akhir dihitung dengan menggabungkan hasil dari ketiga algoritma menggunakan bobot yang telah ditentukan. Pendekatan ensemble ini menghasilkan rekomendasi yang lebih robust dan akurat.

Formula Ensemble

Final Score = (TOPSIS × 0.40) + (AHP × 0.30) + (Weighted Sum × 0.30)
40%

TOPSIS

Bobot tertinggi karena mempertimbangkan solusi ideal

30%

AHP

Memastikan kriteria ditimbang sesuai kepentingan

30%

Weighted Sum

Skor langsung dari jawaban sebagai baseline

Referensi Ilmiah

Saaty, T. L. (1980). The Analytic Hierarchy Process. McGraw-Hill, New York.

Hwang, C. L., & Yoon, K. (1981). Multiple Attribute Decision Making: Methods and Applications. Springer-Verlag, Berlin.

Zadeh, L. A. (1965). Fuzzy Sets. Information and Control, 8(3), 338-353.

PTIK Assistant

Online • Siap membantu

Halo! 👋

Saya asisten virtual PTIK. Ada yang bisa saya bantu?

Percakapan Anda aman