TONDANO - Arena perdebatan bergengsi kembali tersaji di UNIMA Training Center selama dua hari penuh, 14 hingga 15 November 2025. Unima Debate League (UDL) 2025 menjadi panggung adu argumentasi dan ketajaman berpikir bagi para mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UNIMA, terbagi dalam kategori Terbuka dan Pratama.
Di antara deretan tim yang bertanding, nama Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) menjadi salah satu yang paling diperhitungkan. PTIK menurunkan dua pasangan debater: Andrit Dien (semester 5) berpasangan dengan Serah Zalukhu (semester 7) di kategori Terbuka, serta Brandon Turangan dan Anastasya Ngion yang keduanya merupakan mahasiswa baru semester 1 dan turun di kategori Pratama.
Hasilnya melampaui ekspektasi. Andrit dan Serah berhasil melaju dan mengunci posisi Juara 3 Kategori Terbuka, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemampuan berdebat tingkat lanjut di tengah persaingan para debater senior. Tak kalah membanggakan, Brandon dan Anastasya yang baru beberapa bulan menjejakkan kaki di dunia perkuliahan sukses meraih Juara 3 Kategori Pratama, membuktikan bahwa bakat debat PTIK tumbuh merata dari generasi ke generasi. Kedua tim berkompetisi di divisi bahasa Indonesia.
Kegemilangan PTIK tidak berhenti di podium tim. Dalam penilaian individu, tiga dari empat delegasi turut menyabet penghargaan Pembicara Terbaik. Andrit dinobatkan sebagai Pembicara Terbaik ke-2, Serah meraih Pembicara Terbaik ke-4, dan Brandon mencatatkan namanya sebagai Pembicara Terbaik ke-7. Satu prodi, tiga nama dalam daftar pembicara terbaik ajang yang sama.
Unima Debate League sendiri merupakan kompetisi debat yang diinisiasi oleh Universitas Negeri Manado sebagai ruang pengembangan kemampuan berpikir kritis, komunikasi publik, dan argumentasi ilmiah bagi para mahasiswa. Dengan format kompetisi berjenjang, mulai dari kategori Pratama untuk mahasiswa baru hingga Terbuka bagi debater berpengalaman, UDL dirancang agar setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.
Yang menjadikan capaian PTIK tahun ini istimewa adalah sebarannya yang merata. Bukan hanya mahasiswa senior yang bersinar, tetapi juga dua mahasiswa semester pertama yang baru memulai perjalanan akademik mereka. Keberanian Brandon dan Anastasya untuk langsung turun ke arena kompetisi dan pulang dengan gelar juara adalah sinyal kuat bahwa budaya berprestasi di PTIK sudah tertanam sejak dini.
Koleksi lima penghargaan dari satu ajang ini diharapkan menjadi bahan bakar semangat bagi seluruh mahasiswa PTIK UNIMA untuk terus mengasah kemampuan, berani berkompetisi, dan membawa nama almamater ke panggung yang lebih luas ke depannya.